Hampir setiap hari tempat kost saya dikunjungi teman-teman dengan berbagai macam motivasi kunjungannya. Ada yang semata-mata ingin silaturahmi, ada yang minta tolong di editkan tulisan, ada yang ikut shalat, ada yang hanya ingin istirahat melepas kepenata, ada yang ingin diajari cara ngetik, ada yang diajari program, ada yang hanya ingin ngobrol-ngobrol mengeluarkan unek-unek dan kepenatan, ada yang ingin share penelitian, jenis kunjungan seperti ini yang agak berat. kerena tidak semua jenis materiĀ penelitian bisa saya kuasai. Dan masih banyak lagi motivasi kunjungan teman-teman.
Di saat menjelang akhir kuliah ini, kami disibukkan dengan penelitian masing-masing. Penelitian kami sangat beragam. Semua orang akan merasa bahwa dirinya dalam masalah dan merasa kalau penelitiannyalah yang palingt sulit. Saking dirinya merasa sulit seolah-olah melihat penelitian orang lain sangat mudah. Dalam hal inilah diperlukan kedewasaan berfikir. Kalau kita masing-masing merasa paling sulit, keadaan ini akan menimbulkan sesuatu yang tidak sehat.
Alhamdulillah…
Penelitian saya tinggal menunggu saat berakhir. Awal-awal penelitian memang merasa sangat berat. Keluhan timbul tenggelam, emosional tak stabil. Saya mempunyai tips agar beban berat penelitian kita bisa sedikit lebih ringan :
1. Jangan terlalu banyak curhat tentang kesulitan kita sama temen-temen yang kondisinya sama-sama lagi melakukan penelitian. Hal ini akan membuat susana makin tidak nyaman. Karena energi masing-masing sangat… negatif,
2. Curhatlah pada teman-teman kita yang berbeda aktifitasnya dengan kita. Mereka mungkin tidak bisa memberikan solusi untuk kita. Bukankah yang tahu seluk beluk penelitian adalah kita? yang kita butuhkan adalah melepas kepenatan.
3. Bantulah teman-teman yang minta bantuan, seperti yang telah dikemukakan di awal, hal-hal yang kecil misalkan kunjungan teman ke kost jangan justru menjadi beban dan kita merasa kehilangan waktu. justru, ketika kita memberi waktu yang sedikit kita akan mendapatkan banyak. Banyak bukan dalam kuantitas waktu, tapi dalam kualitas ilmu kita.
Saya merasakan betul, makna sedikit memberi banyak menerima ini. Berhari-hari sudah saya memikirkan sebuah algaritme, berhari-hari itu juga hasilnya error. Semangat saya makin menipis. Pada hari-hari saya merasa sulit itu, silih berganti teman-teman datang. Saya melepas algoritme tersebut di kepala saya. saya berusaha melayani teman-teman. Tahukah kawan apa hasilnya? sore hari kemarin, dengan sedikit rasa malas saya buka laptop dan mulai bekerja. Subhanallah… hanya dalam waktu bebrapa saat saya bisa mengeksekusi sebuah program…
Saya hanya sedikit memberi luang terhadap teman-teman dan hati saya, hasilnya saya menerima banyak. Sudah menjadi hukum Allah memberi = menerima.
Saya jadi membayangkan…
betapa indahnya kalau saya mampu memberi banyak…
isyaratpena berkata
Assalamu’alaykum..
Subhanallah..